Badge MTs Terpadu Yapisa

Badge MTs Terpadu Yapisa, mempunyai Makna dan Filosofis yang begitu Dalam.

Gerbang Ilmu Pengetahuan

Melalui gerbang inilah siswa - siswi MTs Terpadu Yapisa Menjalani Pendidikan.

Yapisa The Champion

Salah satu Kegiatan dan Prestasi Ekstrakurikuler di MTs Terpadu Yapisa Kec. Megamendung Yaitu Paskibra.

Upacara Bendera

Salah satu pendidikan yang ditanamkan yaitu DISIPLIN, dengan cara mengikuti Upacara Bendera setiap Hari Senin Pagi dan Sabtu Sore.

Siswa Sedang Berbaris

Salah satu bukti Kedisiplinan yang tertanam dalam diri siswa adalah Berbaris dengan Rapi.

SELAMAT DATANG DI MTS TERPADU YAPISA MEGAMENDUNG KAB. BOGOR - JAWA BARAT

Senin, 28 Oktober 2013

SUMPAH PEMUDA


Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.
Yang dimaksud dengan "Sumpah Pemuda" adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua[1] yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta), Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada "tanah air Indonesia", "bangsa Indonesia", dan "bahasa Indonesia". Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap "perkumpulan kebangsaan Indonesia" dan agar "disiarkan dalam segala surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan".

Berikut ini adalah bunyi "Sumpah Pemuda" sebagaimana tercantum pada prasasti di dinding Museum Sumpah Pemuda[2]. Penulisan menggunakan ejaan van Ophuysen.
Pertama:
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea:
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga:
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.


Rumusan Kongres Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada secarik kertas yang disodorkan kepada Soegondo ketika Mr. Sunario tengah berpidato pada sesi terakhir kongres (sebagai utusan kepanduan) sambil berbisik kepada Soegondo: Ik heb een eleganter formulering voor de resolutie (Saya mempunyai suatu formulasi yang lebih elegan untuk keputusan Kongres ini), yang kemudian Soegondo membubuhi paraf setuju pada secarik kertas tersebut, kemudian diteruskan kepada yang lain untuk paraf setuju juga. [3] Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin.[4]

Dan dalam kongres Sumpah Pemuda Yang Kedua ini pertama Kalinya diperdengarkan Lagu Kebangsaan Indonesia RAya Ciptaan Wage Rudolf Supratman, melalui Alat Musik Biola.